Pendidikan karakter bukanlah hal baru,pendidikan berkarakter sudah ada sejak dulu karena hal itu rtidak bisa dipisahkan didalam pendidikan. Generasi milenial ini termasuk generasi yang lahir pada masa perang Dunia II. Karakteristik yang terbentuk pada generasi milenial ini adalah kecanduan internet, sudah tidak operlu di ragukan lagi karena banyak siswa yang sudah mengenal apa itu internet. Namun kebanyakan dari mereka belum mampu untuk memilah antara aktivitas yang positif dan negatif,serta cenderung muda terpengaruh oleh lingkungan sosial mereka dalam penggunaanya.
Akhir-akhir ini banyak keluhan masyarakat tentang tingkah pola remaja pada saat ini yang jarang mengesampingkan etika dan moral. Banyak remaja yang gampang terpengaruh oleh dunia luar yang disebabkan oleh media sosial,sebab mereka tidak menyaring apa saja kata-kata yang ada di media sosial tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah yang ada pada remaja saat ini adalah Pendidikan. Pendidikan adalah pembelajaran, ketrampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan,atau penelitian.
Media sosial sangat di khawatirkan tapi juga sangat dibutuhkan, didalam pembelajaran media sosial digunakan untuk mencari pelajran yang terkadang beberapa siswa tidak bisa ataupun kurang mengetahui sesuatu. Tapi ada juga yang salah menggunakan,bukan digunakan untuk hal baik malah digunakan untuk melihat hal-hal yang bisa merusak moral dan etika mereka sendiri.
Menurut saya, hingga saat ini pendidikan di indonesia merupakan pendidikan yang masih berorientasi pada penyampaian teori daripada penerapannya dalam kehidupan. Banyak generasi muda yang lebih mudah terpengaruh oleh arus organisasi yang melunturkan perilaku-perilaku kebangsaan mereka padahal ilmu yang diberikan baik sekolah maupun kampus tergolong senakin berat dan mulai bersaing dengan ilmu yang ada di luar sana. Seharusnya ada keseimbangan tingkah pola generasi muda jadi dapat generasi muda yang cerdas dan bermatabat yang siap memajukan bangsa.
Oleh karena itu, dalam mendidik budaya dan karakter bangsa harus di kembangkan nilai-nilai pancasila, setiap siswa mempunyai karakter berbeda-beda. Karakter dapat diartikan sebagai bawaan hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku. Pendidikan berkarakter dalam sosialisasi intensif dan partisipatif tentang moral dapat dilakukan dengan cara belajar kelompok, kerja kelompok bukan hanya mengutamakan belajar, namun juga meningkatkan rasa kebersamaan antar peserta didik.
Jadi perlu di tekankan bahwa,pendidikan berkarakter pada masa milenial perlu di tingkatkan jika tidak maka bangsa ini tidak akan maju. Mengharapkan teknologi saja tanpa bisa memilah tidak akan bisa membantu bangsa ini untuk maju oleh karena itu pendidikan di indonesia waktunya untuk lebih tegas dalam menangani masalah teknologi di era milenial. Banyak siswa yang tidak mengetahu karakter dalam dirinya sebab dapat pengaruh budaya dari luar yang ada dalam media sosial.
Pendidikan berkarakter sangat diperlukan, karena dengan adannya pendidikan berkarakter siswa dapat memahami karakter individu ataupun karakter temannya. Siswa cenderung malas belajar ataupun mencari media pembelajaran lain, pendidikan di era milenial sendiri cukup baik tp generasi milenial merupakan generasi yang sangat cuek apalagi urusan pemilu,kebanyakan golput.
Maka dari itu di perlukannya pendidikan berkarakter supaya kita dapat memilih seseorang yang pantas untuk menjadi sesuatu. Tapi teknologi juga harus semakin di tingkatkan untuk belajar siswa dan apapun yang ada di dalam teknologi yang tidak baik seharusnya bisa di blokir. Keberadaan media berbasis online turut berpengaruh dalam perubahan hidup dan perilaku siswa peserta didik dan generasi muda pada umumnya. Penggunaan internet di tanah air di dominasi oleh generasi muda. Pendidikan kalah dengan media sosial, media sosial menjadi akses yang selalu digunakan setiap harinya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat adalah ruang utama pembentukan karakter dan moral anak remaja. Sekolah perlu menggalangkan pendidikan berkarakter dan moral dengan memperhatikan relasi adaptasi pada perkembangan jaman yang sejakan dengan perkembangan mental anak didik.
Perilaku agresif dapat dicegah sedini mungkin dengan melihat karakter, kondisi psikologis dan lingkungan sosial. Di pendidikan formal, siswa SD sudah harus diberikan pemahaman dan contoh yang baik dari gurunya agar ketika mereka sudah dewasa mereka tidsk berbuat jahat atau lebih bisa memilih mana yang baik dan mana yang tidak. Keluargapun menjadi pondasi untuk anak. Anak tidak di tuntut untuk belajar hanya di sekolahan tapi sebagai orang tua, mereka harus mengerti karakter yang ada dalam diri anaknya dan bisa mengawasi tingkah laku anaknya di rumah.
Di zaman sekarang ini banyak orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya dan melalikan tugasnya sebagai ibu atau bapak rumah tangga sehingga mereka tidak mengerti seperti apa kebiasaan anak-anaknya di rumah, setau mreka anak-anak hanya sekolah,mengaji,pulang,main game, lalu istirahat. Tanpa mereka ketahui karakter anak bisa berubah dengan perilaku keluarga yang kurang perhatian dengannya. Mereka seolah-olah menitipkan anaknya disekolahan untuk belajar dan belajar. Seharusnya tidak begitu, sebagai orang tua kita harus mengetahui sampai dimana pendidikan anak kita di sekolah? Apakah ada peningkatan atau malah berkurang. Kita harus paham pendidikan berkarakter seperti apa yang harus kita berikan kepada anak kita.
Maka dari itu membangun karakter untuk siswa di era milenial sangat di perlukan, supaya kita tidak gampang terpengaruh oleh media sosial ataupun dari dunia luar yang sangat berbahaya untuk pendidikan yang ada di indonesia saat ini. Sebab karakter seseorang sangat berbeda-beda, ada yang gampang terhasut ada pula yang tidak. Tidak dalam sekolah saja,lingkup lingkungan pun harus banyak-banyak waspada, kita harus sering-sering membaca buku,mencari tau hal-hal yang mempengaruhi kejelekan. Banyak orang yang belum mengetahui karakter mereka sendiri dan mereka ikut-ikutan dalam sebuah organisasi tanpa tau bagaimana kesiapan dalam dirinya. Dan tidak lupa karakter islami yang perlu di ajarkan ke siswa agar siswa juga dapat mengetahui tentang nilai-nilai beragama beserta norma-normanya, sehingga kedepannya bisa menciptakan pemimpin-pemimpin indonesia yang bervisi kedepan dan bebas korupsi seperti sekarang ini.
Karakter siswa harus tetap ada karena supaya siswa dapat mengembangkan nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia, supaya mereka dapat mengerti kebudayaan apa saja yang ada do indonesia,asa;-usul budaya,dan para leluhur pada zaman dahulu.dan siswa harus tetap harus bisa mencari jati diri sendiri dan supaya mereka dapat memberi ajaran yang baik untuk anak didiknya kelak di masa depan, bukan malah berhentipada dirinya sendiri, tugas mereka malah harus lebih dari apa yang di ajarkan gurunya terdahulu. Mereka harus semakin pandai dalam mendidik anak didik di masa depan supaya lebih bisa membuat siswa lebih paham karakter mereka seperti apa nantinya. Dan supaya negara kita lebih bisa maju dengan adanya orang-orang yang berpendidikan tinggi dan tidak salah menggunakan kepintarannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar